Minggu, 28 Februari 2021

KATA CINTA UNTUK DINAH

 

Bahagia itu pilihan menurutku. Kalau dilihat, mungkin tinggal di kamar sempit berwarna biru ini membuat kita tidak senang. Kalau ada yang bertanya kepadaku, apakah aku bahagia? Tentu saja aku jawab dengan lantang bahwa aku sangat bahagia. Teman – teman yang baik, yang nyaman dan tentu saja Dinah. Dinah adalah alasan yang paling utama. Berada di tempat ini bersama Dinah,  adalah hal yang paling membuatku sempurna. Beberapa tahun lamanya aku sudah mengenalnya, selalu melihatnya dari matahari mulai terlihat sampai lampu – lampu ruangan dimatikan.

Meski bersama, tetapi aku masih saja belum bisa menyatakan perasaaanku padanya. Padahal, sudah beberapa kali Beruang mengajarkanku bagaimana cara menyatakan cinta kepada wanita, namun tetap saja aku tidak bisa. Sebenarnya, waktu itu  Barbie juga sudah meyakikanku, kalau  Dinah pernah bercerita bahwa dia juga menyukaiku, namun tetap saja aku malu untuk menyatakanku. Sampai kapan aku hanya bisa menyimpannya?.

 Aku sangat mengagumi Dinah, bahkan memujanya.  Lengkap dengan bentuk hidungnya yang nyaris sempurna, bibir yang selalu ingin ku cium, juga mata bulatnya yang menggoda. Rambutnya yang pirang berombak, tergerai indah dengan hiasan pita merah di atasnya. Semuanya tampak serasi dengan baju biru  dan rok tutu warna merah muda yang dipakainya.

Sore itu, aku melihat Dinah diam tidak seperti biasanya. Sepertinya, aku harus tahu apa yang membuat wajah  Dinah tampak sedih. Aku tidak mau wanita yang aku cinta harus berduka.

“Hai, kamu baik – baik sajakah?, “ sapaku.

Kekhawatiran jelas tampak di wajahnya. Namun, semua itu tidak mengurangi keelokannya. Beruntunglah aku, lampu yang terang membuat aku bisa menikmati keindahan wajahnya dengan jelas.

 “Hai Andy, aku baik – baik saja.”

“Jadi, apakah Ibu Besar  akan datang?,“ tanyaku.   

“ Aku harap tidak, “ jawabnya khawatir.

Kesunyian dan kekhawatiran kembali menyapa kami. Ingin aku katakan padanya untuk tidak khawatir. Aku, Andy,  akan menjaganya agar tidak ada yang bisa lagi menganggunya. Tubuhku yang kurus dan topi koboy lusuhku ini mungkin terlihat lemah, namun mereka lupa bahwa aku punya pistol di pinggangku. Aku yakin, aku bisa menjaga Dinah.

“ Andy..”

“ Iya ?.”

“ Apakah kamu mau memainkan Banjo untukku?, “ pintanya.

Dengan angggukan halus aku menjawabnya. Perlahan  aku mulai memetik banjo ku dan bernyanyi. Angin sayup – sayup membuat suaraku seperti menyihir ruangan. Barbie, Ken dan Beruang yang sedari tadi hanya diam melihat, terbangun dari tempatnya dan ikut bernyanyi dan menari bersama kami.    Dinah tersenyum ikut menggerakkan kakinya seiring  petikann yang aku mainkan. Kami menari mengikuti irama, tertawa, saling berangkulan dan bahagia. Kebersamaan ini tidak boleh berakhir begitu saja, kami yakin akan selalu bersama.

 

...I’ve been working on the railroad

All the livelong day

I've been working on the railroad

Just to pass the time away

Can't you hear the whistle blowing

Rise up so early in the morn

Can't you hear the captain shouting

Dinah, blow your horn

Dinah, won't you blow

Dinah, won't you blow

Dinah, won't you blow your horn

*****

 

Malam makin larut dan sepi, dan aku masih saja terjaga. Jam dinding ditembok sudah  menggerakkan jarum di tubuhnya ke angka 12 dan satu. Seperti biasa, Bella, gadis penyayang pemilik kami sudah memeluk Beruang. Mereka  tampak saling merindukan dan menyayangi.  Bagaimana tidak, setiap pulang dari sekolah, Bella selalu memeluk Beruang.  Begitupun setiap malam, Bella selalu mengambil beruang dan menciumnya, kemudian akan dibawanya ke tempat tidur menemaninya. Barbie juga sudaih tertidur bergandengan tangan bersama Ken. Semua tahu, Barbie dan ken memang sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Namun, aku lihat di sampingku, Dinah seperti resah.Matanya biru indahnya masih berkedip terbuka.

“ Tidurlah Dinah, sebentar lagi pagi, “ ujarku

“ Hmm...sepertinya aku tidak belum bisa memejamkan mataku”

“ Kamu kedinginan?, “ tanyaku.

“ Tidak...”

“ Kamu masih memikirkan perkataan Ibu Besar?”

“ Iya, aku takut kalau apa yang dikatakannya akan menjadi kenyataan.”

“ Sudahlah, ayo kita beristirahat.”

“Andy, boleh aku bertanya? “

“ iya?”

“ Andy, bagaimana kalau kita memang aku harus pergi jauh tanpa kamu? Tanpa ada teman –teman di sini, dan tanpa Bella. Aku takut sepi, aku takut kita tidak bisa bernyanyi bersama lagi. Aku takut di tempat baru nanti aku tidak akan bisa mendengarkan suara Banjomu, ” ucapnya pelan dengan tatapan yang sendu.

Aku hanya bisa diam dan menatapnya. Perlahan aku raih jari – jari kecilnya kedalam genggamanku. Dinah tersenyum  mendekatkan kepalanya kepadaku, dan menyandarkannya ke bahuku. Pelukan aku eratkan, tanpa kata – kata.  Dinah sangat lembut, bagaimana cara aku memberi tahunya tentang perasaanku yang jugakhawatir bila tidak bersamanya? Bagaimana aku harus mengakui bahwa aku juga akan bersedih apabila dia pergi?. Sekali lagi aku hanya bisa merutuki ketidakmampuanku untuk mengatakan apa yang ku rasa.  Aku percaya, cinta terkadang tidak perku kata- kata. Kami akan tetap diam seperti ini, menikmati kebersamaan tanpa harus ada kata- kata.

Perkataan Ibu Besar beberapa hari yang lalu memang mengganggu kami semua. Padahal,  Ibu Besarlah yang membawa kami ke rumah ini dari toko kotor itu. Atas permintaan anakknya yang cantik, Bella. Bella sebenarnya  menyayangi Dinah, tapi entah kenapa sejak ulang tahunnya yang ke 13, dia semakin jarang bermain dengan kami. Bella sibuk dengan semua les bahasa Inggris, matematika bahkan les menari juga dia ikuti. Bukan hanya itu, terkadang Bella juga sibuk dengan semua buku dan alat tulisnya, lupa bahwa kami ada di sampingnya. Iya, dan aku masih ingat pagi itu, dimana kekhawatiran kami dimulai.

“ Bellaaaa..,”

“ Kenapa Ma?. ”

“ Kamu sudah tidak masih bermain dengan mereka itu? “ Ucap Ibu Besar melihat kami

“ Aduuuh Maa...mereka semua teman Bella Ma”

“ Tapi..hmmm ..maukah kau berikan satu saja buat Dania?,  ” Ucap Ibu Besar menyebut nama anak kecil yang rumahnya di ujung jalan.

“ Yang mana Ma?”

“Dinahmu saja, bukannya dia tidak pernah kamu mainkan?”

“ Baiklah Ma, nanti aku bereskan dan akan aku berikan kepada Dania, Mama mau menengok Dania?” 

“Iya,Mama akan ke rumahnya nanti hari Minggu, kamu temenin mama ya ..”

“ Baik Ma, nanti Bella siapkan Dinah, akan Bella berikan kepada Dania “

 

****

 

 

Ini hari minggu pagi. Kekhawatiranku semakin menggila. Dinah tampak sedang bercanda  dengan Barbie dan Ken dan

“ Dinah, teman – teman semua, ayo kita bernyanyi lagi,  “ ajakku mulai memetik  banjoku dengan irama yang menghentak.

“Baiklah, ayo kita menari, “ ajak Dinah semangat.

Pagi itu kami semua tersenyum, menari dan mencoba melupakan semua kekhawatiran kami. Beruang yang lucu menyelingi dengan cerita lucunya, Ken berpuisi semua, dan Barbie juga  meneceritakan tentang kisah cinta yang indah. Semua  tertawa berbahagia.

“...krek..”. Suara pintu kamar terbuka. Kami mendadak terdiam dan melihat siapa yang datang. Iya, ternyata Bella dan Ibu Besar.  Aku lihat Bella dan Ibu Besar sudah rapi dan cantik, sepertinya mereka jadi untuk  pergi mengunjungi Dania.

“ Ma, Bella ambil Dinah dulu ya, ”ujar gadis itu, sambil berjalan mencari kotak yang ada di atas lemari belajarnya.

Dinah yang sedar tadi juga memperhatikan mereka tampak tidak terkejut. Sepertinya dia sudah siap untuk meninggalkan kita semua. Aku tidak tahu apakah Dinah sudah tidak takut lagi untuk berpisah denganku, dengan teman – teman semua.

“ Dinah?”

“ Iya Andy “

“ Sepertinya mereka benar – benar membawamu ke rumah Dania..”

“ Andy, aku tidak takut lagi, tadi Beruang sudah memberitahuku bahwa Dania adalah anak yang baik, dan dia sedang sakit Kanker. Makanya, aku akan disana menemaninya “

“Aahh.. benar begitukah Beruang? “

“ Iya benar Andy, Dania akan senang sekali kalau Dinah bisa menemaninya, dan dia akan lupa dengan sakitnya, aku akan selalu mendoakanmu Dinah “ ucap Beruang tersenyum.

“ Dinah, kamu adalah sahabat terbaikku, aku akan merindukanmu, semoga Dania mecintaimu ..,” ucap barbie memeluk Dania.

“ Dinah, jaga dirimu ya,kami akan merindukanmu “ ucap Ken

Dinah tersenyum memeluk mereka bertiga. Sedangkan aku masih terdiam, mencoba menyusun kata Dinah. Ingin aku katakan bahwa aku akan selalu mencintainya, aku bersedih apabila dia pergi, namun aku akan bahagia apabila dia pergi untk cinta. Aku tidak ingin menjadi bodoh lagi dan menyesal karena tidak mengatakannya

Sayup – sayup aku dengar Ibu Besar berbicara kepada Bella.

“ Bella sayang, terima kasih ya untuk berbagi bonekamu..”

 

 


Selasa, 09 Februari 2021

TAHAN RINDUMU

 

 

Iya, aku rindu kamu, tapi kita tahan dulu

Belum saatnya kita bertemu, tunggu semua ini berlalu

Tak mungkin aku pergi ke kotamu

Aku tak mau, ditunggangi covid dalam perjalananku

Yang nanti akan membahayakanmu

 

Bersabarlah, nanti akan ada waktunya

Saat kita berpelukan seperti biasa

Tanpa masker dan hand sanitizer

Seperti indanhya bulan Desember

 

Jagalah saja ragamu

Dengan semua rempah, vitamin dan madu

Sayur, buah jangan lupa

Agar sehat senantiasa

 

Gerakkkan badanmu dengan zumba,

Atau kamu bersepeda?

Atau kamu mau berlari  saja?

Tak apa, asalkan kamu tetap olah raga

 

Jangan lupa untuk bahagia

Jangan tinggalkan senyum dibawah meja

Jangan biarkan kamu tergelincir dalam khawatir

Karena semua pasti akan berakhir

 

Yakinlah Tuhan sayang kita

Semua ini hanya sementara

Agar kita tetap saling mencinta

Agar kita tetap saling menjaga

 

 

Karawang, 10 Februari 2021

 

#vaksinsajatidakcukup

 

 

 

Selasa, 11 Agustus 2020

Mallku Kini

 

Mall ini masih berdiri, di pertigaan tengah kota Karawang yang cukup ramai. Saya disambut dengan pemdandangan toko kaset yang sudah sepi, dan security yang tampak terkantuk, mengecek suhu tubuh saya dan kemudian memberikan senyumnya tanda saya boleh masuk.  Toko ternama berlogo merah itu, masih menempati bagian tengah. Beberapa SPG tampak sedang memberi label diskon, ada juga yang sedang berfoto dengan produk untuk  di upload ke media sosial.  Penjual es teh di pojok masih ada, meski food court sudah tidak berpengujung lagi.  Saya sangat hapal, lantai ini juga tadinya ada supermarket yang cukup komplit dan ramai.

Namun semua memang akan berbeda pada masanya, ini. Bagi kota Karawang, beberapa tahun yang lalu Mall ini menjadi  pusat perhatian, dianggap kompit dan nyaman pada masanya.  Beberapa restoran masih ada, namun, sekarang yang tersisa hanya seperti itu. Pengujung yang sepi, lampu – lampu yang di kurangi, toko yang hanya tinggal hitungan jari, makin membuat miris hati. Beberapa bulan sebelum pandemik sudah seperti ini, apalagi di masa pandemik, semakin menambah sepi saja pengunjungnya.

Di seberangnya, dipisahkan oleh jembatan penyeberangan, ada satu bangunan lain yang masih bertahan. Mall yang ini mengubah konsep dengan menambah bioskop XXI dan menambah tenant makanan. Cukup menggembirakan, meski pandemik dan bisokop tutup, setidaknya mereka masih bertahan dengan pengunjung yang masih  terbilang ramai. Dua kondisi yang sangat berbeda.

Terkadang saya terbawa baper ke masa lalu saat saya suka duduk menyambangi  mall ini,apalagi lokasi saya bekerja sangat dekat. Akses yang mudah memudahkan saya saat dulu sering naik angkot. Saya rindu masa- masa itu. Masa dimana tempat ini sering menjadi pelepas lelah saya, menikmati karaoke yang lagi keren – kerennya saat itu, atau hanya sekedar membeli es teh poci.

Sudahlah, semua memang ada masanya. Ada saat datang, ada saat pergi. Inkonsistensi akan selalu ada di setiap waktu. Seperti halnya kehilangan, tentu akan ada masanya menemukan,juga rindu yang pasti akan dipertemukan, meski hanya dalam lantunan. Yang jadi pertanyaan, kuatkah bertahan? ..duuhhh..mungkin hanya Dylan yang sanggup menahan.

 

 

Senin, 10 Februari 2020

OBAT PATAH HATI ALA MBAK QUINN




Sudah  nonton Bird of Prey ? . Wahai  para penderita patah hati yang baru ditinggal pas lagi sayang – sayangnya,  tampaknya Dr. Harleen Frances Quinzel alias mbak Harley Quinn bisa menjadikan sebuah inspirasi. Psikitater yang merawat mas Joker,  dan akhirnya cinta total sama Mas J ini, finally bisa  mengatasi patah hatinya dengan cara yang strong pakai banget. Baiklah , mari kita cek aksi Ms, Quinn ini, yang berawal dari hati nan galau.

1.    1. Self Acceptance

Awanya, Mbak Quinn mermang depresi dan ga mau semua orang tau kalo dia putus dengan Mas J. Secara, semua orang tahu bahwa dia mendapat sebuah previellege kenyamanan akan apapun yang di lakukan karena J.  Ga Cuma secara kemananan fisik, namun juga kenyamananan psikologis yang di berikan mas J. Intinya Mah, Mba Quinn attach to J banget.   A very starting point, dia menerima bahwa memang dia harus berpisah dari J, dia harus mandiri. Meskipun dia melakukan tindakan ‘gila’ untuk memberi tahu dunia bahwa  dia putus dengan mas J. Dia ingin membuktikan bahwa dia independent dengan caranya.

2.      2. Berani

Mbak Quinn memberi pesan bahwa dia berani menerima konsekuensi atas tindakan – tindakan dia saat bersama J. Tadinya, semua tindakan gilanya selalu dalam zona safe, karena semua orang tidak akan berani dengan J, namun akhirnya dia memberanikan diri untuk menerima akibat dikejar- kejar semua orang yang pernah bermasalah dengannya. Tanpa J, dia tidak takut resiko dan siap menerimanya. 

3.    3. Memberi

Bagaimanapun itu, saya suka tindakan Mbak Quinn yang sebenarnya tulus melindungi gadis kecil, Carissa, meskipun dengan berbagai drama. Gadis kecil pencopet ini akhirnya mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari  Mbak Quinn. Mbak Quinn menunjukkan bahwa ga seharusnya dia lemah terus karena berlndung di bawah Mas J, namun dia juga ternyata bisa memberikan hal yang besar untuk orang lain. Tanpa sadar, setiap kita sebenarnya bisa membuat suatu hal besar, karena Yang Maha itu sudah menempelkan kekuatan kepada kita. Jadi ya, tinggal kita eksplore aja di mana value kita..ya kan? . Dengan memberi, itu juga membuat feed back energi yang lebih besar kembali ke kita. 

4.    4. Berteman

Manusia itu sosialis dan ya..meski bagaimanapun keadaannya, sebenarnya kita membutuhkan teman. Meski kadang ga bercerita tentang masalah masing – masing secara ‘gamblang’, namum yakinlah, support system itu ada. Mbak Quinn akhrnya mau berteman dengan Black Cannary, the Huntreess dan si penyanyi suara cetar. Finally, mereka bersama –sama  menjaga gadis pencopet kecil dari The Black Mask.  Meskipun, pada akhirnya setiap orang akan memilih jalan berbeda. Namun yakinlah, mempunyai teman yang saling mendukung dalam kebaikan  itu lebih baik, daripada sendiri.

Jadi, bagi setiap yang mengalami patah hati, nikmati saja prosesnya. It’s ok not to be Ok, tapi kemudian bangkitlah, dan buktikan bahwa kamu mencintai dirimu, karena Yang Maha sangat menyayangimu.  Masih berani patah hati?? Saya mah masih berkonsep bahwa untuk tumbuh kuat, terkadang itu perlu  mengalami proses patah. Selamat bangkit hati..!!



Kamis, 20 Juni 2019

Jasmine dan Rajah : Kekuatan dalam kecantikan




Sudah menonton film Aladdin tahun 2019 ini ? . Apa yang dirasakan? keren, seru, haru ? atau mengingat film Aladdin sebelumnya di tahun 90’s?  Pengen naik karpet terbang? atau malah ada yang asyik terhanyut nyanyi di tengah pertunjukan?.  Sebagai angkatan 90’s an, saya sih salah satunya yang dengan pe-de nya, di tengah pertunjukan saya  ikut bersenandung lagu klasik Aladdin yang dulu di nyanyikan Lea Salonga dan Brad Kane pada jamannya, sampai sebelah saya  ngliatin aneh gimana gitu..hehhhehehe.  

 a whole new world..the new fantastic point of view
 A whole new world
 A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we're only dreaming
A whole new world .

Lagu sound track yang melegenda itu sekarang dinyanyikan oleh  Naomi Scoot  dan Mena Massoud sang pemeran, dan Zayn Malik dan Zhavia Ward juga tidak ketinggalan didapuk untuk menyanyikan official soundtracknya. Lagunya memang easy listening dan membuat semua orang akan ikut bersenandung.

Bagaimana dengan kisahnya ? Kisah legenda cerita seribu satu malam itu memang tidak akan lekang di makan waktu, dengan pakem yang sama, Tentang Aladdin, dan Putri Jasmine, lengkap dengan Jin dari lampu ajaib dan karpet ajaib. Hebatnya,  Disney bisa mengemasnya dengan penuh pesan moral yang keren dan mengena, meski sudah terpatok pakem, dan sudah buka rahasia umum bahwa Princess yang ditampilkan Disney memang mempunyai brain, beauty dan behaviour. Sebut saja dari Belle yang cerdas, Mulan yang tangguh, Moana sampai kepada Jasmine.

Jasmine di karakterkan sebagai seorang yang cantik, tapi sangat tegas dan pemberani, tidak silau dengan hadiah –hadiah permata nan bling – bling itu, dan hadiah – hadiah lainnya.   Dan, yang menarik perhatian adalah hewan kesayangan Jasmine, Rajah. Rajah diceritakan adalah seekor adalah seekor singa yang tertinggal  dari rombongan sirkus saat di Agrabah. Rajah akhirnya menjadi hewan peliharaan Jasmine yang sangat melindungi putri tersebut.

Seorang putri biasanya identik dengan cantik dan lemah lenbut, demikian pula dengan wanita pada umumnya. Hewan peliharaan pun biasanya juga yang lazim, misalkan kucing, kelinci atau hewan jinak lain.Bagaimana dengan Jasmine dan singa nya ? memang tidak biasa apabila seorang putri cantik dan lembut tapi memelihara singa.sereeem lah gaess,,,ye kan? 

Singa identik dengan lambang kekuatan dan kekuasaan, terus kenapa Jasmine malah bersahabat dengan Singa? Hewan buas yang mengerikan, pemakan daging dan siap marah setiap saat,  kebanyakan setiap orang pasti akan juga merasa takut apabila berhadapan dengan binatang ini.  Namun, ada beberapa hal yang bisa di sampaikan saat melihat kedekatan antara Jasmine dan Rajah, yang bisa mematahkan konsep tentang wanita

.   1. Jasmine sangat berani dan kuat, dibalik kecantikannya, dia berani memelihara Rajah, yang notabene adalah hewan buas yang ditakuti banyak orang.  Hal itu menjadikan Jasmine menjadi sosok yang berani juga menghadapi Jafar, si penyihir. Dengan tegas juga dia mengatakan kebenaran.

2  2. Wanita itu adalah pengendali. Rajah yang kuat dan terkenal sebagai hewan pemangsa, namun bisa d kendalikan oleh Jasmine. Kendali  Jasmine sangat kentara, Rajah akan selalu menurut apa perkataan Jasmine

3  3. Wanita itu penyayang tanpa syarat. Dengan tidak mempertimbangkan kodrat Rajah sebagai hewan buas, Jasmine dengan penuh kasih sayang memelihara Rajah

Ehmm...jadi apakah sebagai wanita kita masih bisa dikatakan sosok lemah, hanya berkutat dengan perhiasan dan segala kemewahan?. Yang ada, sebenarnya kekuatan dan kendali itu ada pada kita sebagai wanita, dengan senjata yang dinamakan ‘ cinta tanpa syarat’. Dengan cinta tanpa syarat dan lemah lembut yang kita miliki, di situlah tersimpan kekuatan dahsyat,  untuk kita menghadapi dunia. Jadi, masih mau menjadi wanita yang ‘cengeng’ ala –ala? Hehehhe...






Kamis, 13 Juni 2019

Tol atau tidak ?


“ Mau lewat mana? Tol apa jalan biasa”?  tanya saya kepada pak Suami sesaat setelah mobil kami keluar dari gang rumah adik kesayangan kami. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
“ Tol  aja dulu sampai Pemalang, abis itu baru lanjut lagi di Palimanan...ah, ga mau lewat cikampek, muter aja kita kewat Ciasem, nanti nembus ke Karawang...Pasti Cikampek  ke Klari nya maceeeeet banget ber jam – jam ” kata beliau konsen memegang setir sambil menjelaskan rute kita nanti.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
“ oh Iya, kita mau mampir dulu kan mau liat bayi.., eh iya bener yah, kita lewat Ciasem aja, tiap taun pasti macet ya....."  kata saya girang karena  di arus balik ini kita akan sekalian menengok keponakan baru yang baru lahir. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Pertanyaan yang sama saya tanyakan waktu  mudik kemarin, dan balik sekarang. Iya, perjalanan mudik dan balik memang punya cerita sendiri. Kami yang sudah terbiasa akhirnya memang harus tahu’ trick and trick nya ‘ saat mudik,  ga hanya memilih ‘soundtrack ala ala ’ untuk menikmati perjalalan saja biar ga bete, tapi yang penting adalah pemilihan dari  tol atau non tol, jalan alternative, memilih rest area yang tidak begitu ramai, sampai harus siaga mencari tempat saat Pak Suami tiba – tiba nanti mengantuk. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Biasanya, mudik perjalanan kita by tol hanya empat jam, namun mudik kali ini kita berhasil melampaui  hampir sebelas jam. Baliknya? Kita berhasil menembus 10 jam, itupun karena lewat jalur alternative dan non tol,   agak lama tapi lancar karena plus mampir tipis - tipis.⁣⁣⁣⁣ Tol memang mempercepat perjalanan, mempersingkat waktu kalau kondisi tidak macet.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣




⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Lewat tol atau tidak memang menjadi pilihan masing - masing, saya mah fleksibel, ga mau ngitung, yang penting saya mah ngikut aja lah Pak Suami mau bawa saya lewat mana, karena tujuan utama ya rumah kami, iya kan? heheheehe..⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Lewat tol tentu saja menyenangkan aksesnya, apabila kita melewati pagi hari, pemandangan indah ini seperti di gambar ini akan tersaji depan mata kita ( kalaau ga macet lho yaa..hehhehe) . Ga enaknya tentu saja biaya tol yang lebih mahal daripada biaya bensin gaeeesss..hehehhe.⁣.apalagi kalau macet,banyak yang bilang ' udah bayar mahal teteeeeup macet' hehhee. Tapi, setidaknya, sistem one way dan kontra flow kemarin membantu sih...⁣⁣
⁣⁣⁣
Saya? saya mah ga akan ribet mengkaitkan tol dengan pesta 1 dan 2 kemarin⁣, yang penting nyaman dan nyampe rumah. Biar saja pragmatis kedengarannya, namun saya memang ga mau 'rempong' dengan hal yang begini, toh semua hal pasti ada plus minusnya, tinggal bagaimana kita menyikapinya.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Mudik atau balik lewat jalan biasa atau non tol? ' no problemo ' kalau bagi saya. Banyak hiburan kok di jalan non tol itu. Saya bilang sih menyenangkan, karena beberapa hal. Pertama, saya akan se semangat itu melihat ramainya kendaraan bermotor, seru loh...apalagi melihat tulisan - tulisan yang mereka buat sebagai atribut, sangat menginspirasi hehehehehe..⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Kedua, ⁣saya akan mudah menikmati ' jajajan ' sepanjang jalan kalau tetiba pengen.Secara, indo***** dan sejenisnya jumlahnya akan banyaaaak daripada yang ada di rest area yang ada di tol.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Ketiga, kalau tetiba Pak Suami nguantuk, dengan mudah kita akan mencari tempat di pinggiran, ga perlu jauuuh kudu cari rest area.Cepaaaat kan?..⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Dan, ⁣rute Pak Suami kali ini  adalah 'mix' yang fleksibel antara tol dan non tol. Beliau ini ga percaya GPS⁣ yang keliatan 'biru', pas real nya tetiba 'merah'...⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Jadi, kami  melewati rute tol atau non tol bermodalkan 'intuisi' dan pengalaman- pengalaman kami sebelumnya. Satu lagi, bantuan temen yang ada diperjalanan di depan kami sangat supportive buat kami, karena ' update' mereka tentang kondisi jalan lebih aktual ⁣sebagai petunjuk kami.⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Sekali lagi, Tol atau non Tol? kami maaaah fleksibel ajaa...lewati dengan penuh bahagia, menikmati s⁣egala kekurangan dan kelebihan setiap keputusan, karena kami yakin akan sampai rumah juga pada akhirnya, ga perlu 'kiri' bangettt lah..heheeehe.⁣Yang penting..ada lagu- lagu nya Mas Ariel di mobil..hehehe.⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Sabtu, 08 Juni 2019

Om Budiman Memang Menawan, Kang Asep Herna Memang Menggoda

Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya akan terlempar ke tempat terang ini, yaitu grup WA latihan menulis The Writers. Berawal dari pesan seorang sahabat jauh apabila ada kelas menulis selama bulan ramadhan. Kelas menulisnya terdiri dari dua belas sesi, yang dimentori  oleh Budiman Hakim dan Asep Herna. Awalnya, Ada beberapa kekhawatiran sebelum saya mengiyakan untuk mengikuti kelas tersebut.

Pertama, bayangan saya,pasti biayanya mahal,  karena secara setelah saya browsing,  nama besar Budiman Hakim dan Asep Herna yang memang sudah mempunyai nama besar di dunia tulis menulis dan periklanan, saya yakin ini bukan kelas menulis abal - abal. 

Kedua, saya bayangkan pasti kelas ini akan serius sekali dengan materi yang berat, pasti saya akan seperti anak bayi yang dipaksa jalan, alias tidak fun. Saya memang suka menulis, tapi tulisan saya memang tidak beraturan  dan selalu mentok di tengah jalan.  Takutnya, saya tidak akan bisa mencerna apa yang akan disampaikan.

Ketiga, saya membayangkan akan menjadi anak bawang yang tidak tahu apa - apa, mengingat skill saya belum apa - apa dalam menulis dibandingkan dengan anggota grup yang lain yang pasti sudah expert. 

Setelah mempetimbangkan, ternyata kekhawatiran saya yang tidak beralasan itu tidak seberapa dibanding dengan keinginan saya untuk belajar menulis. Keinginan saya untuk menulis dan berharap suatu saat nanti akan bisa menulis sebuah buku sangat klik dengan semboyan The Writers, sebelum mati, minimal buatlah satu buku.

Mengikuti kelas menulis ini ternyata sangat membuat saya berbeda dari saya yang sebelumnya. Pertama, semangat saya tambah menggebu,namun terarah saya harus mulai dari mana, atau gampangnya lebih terkonsep.

Kedua, yaitu menyembuhkan. Semua sakit  psikosomatis saya berangsur hilang, dan inu terapi yang sangat keren membuat saya menjadi lebih tenang.

Ketiga, tentu saja materi dan pematerinya yang ternyata sangat fun, mudah diikuti dan sangat keren. stimulan - stimulan  yang diberikan oleh Om Budiman langsung membuat saya terpesona, benar - benar membangunkan ide - ide kreatif yang setiap kita ternyata diberkahi oleh keterampilan kreatif ini. Demikian juga dengan materi Kang Asep, membuat saya yang miskin ilmu ini jadi tambah haus lagi dan lagi akan apa yang diberikan.

Keempat, banyak teknik penulisan dan copy writer yang diberikan, disertai dengan latihan dan real, jadi tidak cuma teori. Ini yang saya suka. Latihan - latihan yang tidak memaksa, namun mengena.

Kelima, teman - teman hebat di group ini sangat bersemangat dan supportive satu sama lain, aktiv dan saling memberi masukan untuk teman yang lain, inilah yang saya butuhkan, sampai kita berencana untuk membuat karya kolaborasi. Om Bud dan Kang Asep juga memberikan masukan yang sangat berarti dan kritis untuk setiap latihan kita yang membuat saya makin bersemangat.

Keenam,Biaya? bukan masalah lagi, ternyata biayanya ternyata seikhlasnya. Saya yakin, tujuan mulia Om Bud dan Kang Asep adalah untuk berbagi ilmu, bukan materi.

Dan, saya ketagihan kelas ini. Saya bertekad untuk mengikuti kelas ini selanjutnya, agar hidup saya tambah bersemangat.