Senin, 11 Desember 2017

Mood Booster

Tadi malam saya melihat sebuah akun di media sosial yang saya punyai ( the only socmed yang saya punya hanya saya pakai untuk 'kepoing'my lovely Ariel..). Akun tersebut memang menarik dengan menamakan PSIKOLOGI sebagai namanya, dan isinya banyak menyajikan seperti permainan pilihan berupa gambar sebagai perwakilan kita, dan akan dijelaskan sebagai gambaran keadaan psikologis kita....hmm. 
Pertanyaan yang saya lihat tadi malam adalah beberapa gambar yang dapat mewakili 'mood booster' kita, dan saya memilih es krim sebagai mood booster saya..(karena hanya ada 4 pilihan, kalau saya tidak salah salah satunya kopi..dan saya bukan pecinta kopi..hehheeheheh..)hmm, saya jadi berpikir, apa sebenarnya yang bisa menjadi mood booster saya? apakah benar es krim? coklat..? mendengarkan musik? menulis puisi? membaca novel kesayangan saya? movie?
Hmmm...sepertinya mood booster saya bukan itu semua. saya suka menulis apapun, dan membaca apapun, namun itu tetap akan membuat saya merasa 'empty', walaupun saya tahu pasti, menulis dapat menghealing saya dengan baik, dan paling baik dibanding terapi apapun menurut saya.
Namun..mood saya sejelek apapun akan menjadi sangat baik pada saat saya mendapatkan senyuman dari semua yang saya temui..tidak ada 'morn face'..dann....the best mood booster of mine saat bekerja adalah saat 'my butterfly' menculik saya dan mendengarkan semua cerita2 'gila'nya..ah..benar2 charger energy saya saat lelah..
Thanks to my butterfly yang benar2 mengerti saya...melihat sisi lain saya..dan sangat mengenali sakit saya...

PS.Dear Butterfly cepet culik aku..

Minggu, 03 Desember 2017

Cinderella complex

Tetiba saja saya jadi merindukan serial Beverly Hills  dimana saya bisa ikut BAPER di dalamnya dan serasa menjadi anak SMA pada masa itu,..:) . Putih abu- abu memang masa mengesankan..dimana saya  merasa benar- benar menjadi pribadi yang 'sangat bebas'..saya merasa sangat banyak mempunyai pilihan, namun saya tidak tahu harus bagaimana untuk mengatasi semua 'problem' pada saat itu, jadi benar- benar saya survive dengan 'my own way'..
yang paling saya ingat pada masa itu adalah for my first time saya mengenal yang benar2 saya sebut 'pacaran', kalau hanya sebatas cinta monyet..crushing dengan kakak kelas,..'teman sekelas,,,maen kakak adekk....hehehhehehee...buanyakkkkkkk'..hehhehhehehehhe..namun untuk pertama kalinya saya memulai komitmen dengan seseorang yang sebenarnya  baik dan saya yakin sangat tulus.saya sangat mengingatnya karena beliau ini benar- benar baik sebenarnya, mungkin memang jodohnya bukan dengan beliau ini.:) (Pak Suami dilarang JEALOUS:)
out of that, yang saya dapat definiskan masa abu2 adalah Saya saat itu benar2 harus survive dengan modal kengeyelan saya, feeling great dan cool plus apatis (sakit ya? ) despite of my lack of confidence..dan yang pasti menjadi habit bahwa saya kurang memenuhi eksistensi saya dalam pemenuhan untuk 'being attended' oleh siapapun.
as the consequence, saya ramai dan feeling ok dimanapun, namun saya selalu 'feeling alone' inside me..ah, di masa itu benar2 perjalanan spiritual saya juga belum ada,  bisa dibilang ada saya belum tersentuh secara spiritual, sehingga ya..begitulah akhirnya :), meneetak saya dengan seperti ini..(maafkan saya Ya Rabb..)
all of these poitns  really my great experience dan ilmu dalam menemani anak saya, semoga saya akan lebih bisa lagi belajar menjadi teman yang nyaman buatnya, mengerti perjalanan psikologisnya dan selalu kereeeennn dalam menyiasati kegalauan2 yang dia alami..,saya yakin Alloh bersama saya...