Kamis, 30 Mei 2019

Waktunya Ayam Jago



Matahari mulai pulang, namun tidak demikian denganku. Ini saatnya pergi. Bangun dari kasur tipis ini, dan memulai hari baru.
Biar sajalah ibu- ibu di gang sempit ini,besok bercerita. Tentu saja aku akan menjadi topik utama bagi mereka, dan akupun akan berpura bahagia karena telah memberikan diriku kepada mereka sebagai bahan perbincangan di tukang sayur.
Ku lihat jam dinding mulai bergerak ke angka tujuh, sangat cepat,secepat aku mandi kali ini. Tidak ada air hangat, karena memang gas belum terbeli, mengingat tadi sisa uang di dompet aku berikan kepada Ujang yang mengingatkan aku untuk membayar uang buku yang sudah lama menunggak tiga bulan, kalau tidak, bisa – bisa dia tidak bisa ikut ulangan.
“Biarlah, nanti malam ibu akan dapat uang lagi” kataku tadi pagi sambil mata setengah mengantuk membuka dompetku, dan samar aku lihat Ujang tersenyum sambil berpamitan dibalik seragam merah putihnya.
Sudah jam 8, ku lihat Ujang sedang asyik dengan bukunya, diterangi lampu 5 watt dikamar kecil ini.
“Ibu mau berangkat kerja?”tanya nya setelah melihatku di sampingnya.
“iya Nak” kataku.
Dengan lihai aku poleskan bedak tebal, alis dan lipstik merahku. Ku patutkan lagi bayangan di depan cermin dan mencoba tersenyum memikat.
“Nak, ibu berangkat ya, kamu tidur aja dulu, nanti kalo ayam jago sudah berbunyi,ibu pasti sudah pulang”
” Baik bu, hati- hati ” kata Ujang riang sambil menutup pintu.
Karawang, 15 nov 2018 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar