Selasa, 11 Agustus 2020

Mallku Kini

 

Mall ini masih berdiri, di pertigaan tengah kota Karawang yang cukup ramai. Saya disambut dengan pemdandangan toko kaset yang sudah sepi, dan security yang tampak terkantuk, mengecek suhu tubuh saya dan kemudian memberikan senyumnya tanda saya boleh masuk.  Toko ternama berlogo merah itu, masih menempati bagian tengah. Beberapa SPG tampak sedang memberi label diskon, ada juga yang sedang berfoto dengan produk untuk  di upload ke media sosial.  Penjual es teh di pojok masih ada, meski food court sudah tidak berpengujung lagi.  Saya sangat hapal, lantai ini juga tadinya ada supermarket yang cukup komplit dan ramai.

Namun semua memang akan berbeda pada masanya, ini. Bagi kota Karawang, beberapa tahun yang lalu Mall ini menjadi  pusat perhatian, dianggap kompit dan nyaman pada masanya.  Beberapa restoran masih ada, namun, sekarang yang tersisa hanya seperti itu. Pengujung yang sepi, lampu – lampu yang di kurangi, toko yang hanya tinggal hitungan jari, makin membuat miris hati. Beberapa bulan sebelum pandemik sudah seperti ini, apalagi di masa pandemik, semakin menambah sepi saja pengunjungnya.

Di seberangnya, dipisahkan oleh jembatan penyeberangan, ada satu bangunan lain yang masih bertahan. Mall yang ini mengubah konsep dengan menambah bioskop XXI dan menambah tenant makanan. Cukup menggembirakan, meski pandemik dan bisokop tutup, setidaknya mereka masih bertahan dengan pengunjung yang masih  terbilang ramai. Dua kondisi yang sangat berbeda.

Terkadang saya terbawa baper ke masa lalu saat saya suka duduk menyambangi  mall ini,apalagi lokasi saya bekerja sangat dekat. Akses yang mudah memudahkan saya saat dulu sering naik angkot. Saya rindu masa- masa itu. Masa dimana tempat ini sering menjadi pelepas lelah saya, menikmati karaoke yang lagi keren – kerennya saat itu, atau hanya sekedar membeli es teh poci.

Sudahlah, semua memang ada masanya. Ada saat datang, ada saat pergi. Inkonsistensi akan selalu ada di setiap waktu. Seperti halnya kehilangan, tentu akan ada masanya menemukan,juga rindu yang pasti akan dipertemukan, meski hanya dalam lantunan. Yang jadi pertanyaan, kuatkah bertahan? ..duuhhh..mungkin hanya Dylan yang sanggup menahan.

 

 

Senin, 10 Februari 2020

OBAT PATAH HATI ALA MBAK QUINN




Sudah  nonton Bird of Prey ? . Wahai  para penderita patah hati yang baru ditinggal pas lagi sayang – sayangnya,  tampaknya Dr. Harleen Frances Quinzel alias mbak Harley Quinn bisa menjadikan sebuah inspirasi. Psikitater yang merawat mas Joker,  dan akhirnya cinta total sama Mas J ini, finally bisa  mengatasi patah hatinya dengan cara yang strong pakai banget. Baiklah , mari kita cek aksi Ms, Quinn ini, yang berawal dari hati nan galau.

1.    1. Self Acceptance

Awanya, Mbak Quinn mermang depresi dan ga mau semua orang tau kalo dia putus dengan Mas J. Secara, semua orang tahu bahwa dia mendapat sebuah previellege kenyamanan akan apapun yang di lakukan karena J.  Ga Cuma secara kemananan fisik, namun juga kenyamananan psikologis yang di berikan mas J. Intinya Mah, Mba Quinn attach to J banget.   A very starting point, dia menerima bahwa memang dia harus berpisah dari J, dia harus mandiri. Meskipun dia melakukan tindakan ‘gila’ untuk memberi tahu dunia bahwa  dia putus dengan mas J. Dia ingin membuktikan bahwa dia independent dengan caranya.

2.      2. Berani

Mbak Quinn memberi pesan bahwa dia berani menerima konsekuensi atas tindakan – tindakan dia saat bersama J. Tadinya, semua tindakan gilanya selalu dalam zona safe, karena semua orang tidak akan berani dengan J, namun akhirnya dia memberanikan diri untuk menerima akibat dikejar- kejar semua orang yang pernah bermasalah dengannya. Tanpa J, dia tidak takut resiko dan siap menerimanya. 

3.    3. Memberi

Bagaimanapun itu, saya suka tindakan Mbak Quinn yang sebenarnya tulus melindungi gadis kecil, Carissa, meskipun dengan berbagai drama. Gadis kecil pencopet ini akhirnya mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari  Mbak Quinn. Mbak Quinn menunjukkan bahwa ga seharusnya dia lemah terus karena berlndung di bawah Mas J, namun dia juga ternyata bisa memberikan hal yang besar untuk orang lain. Tanpa sadar, setiap kita sebenarnya bisa membuat suatu hal besar, karena Yang Maha itu sudah menempelkan kekuatan kepada kita. Jadi ya, tinggal kita eksplore aja di mana value kita..ya kan? . Dengan memberi, itu juga membuat feed back energi yang lebih besar kembali ke kita. 

4.    4. Berteman

Manusia itu sosialis dan ya..meski bagaimanapun keadaannya, sebenarnya kita membutuhkan teman. Meski kadang ga bercerita tentang masalah masing – masing secara ‘gamblang’, namum yakinlah, support system itu ada. Mbak Quinn akhrnya mau berteman dengan Black Cannary, the Huntreess dan si penyanyi suara cetar. Finally, mereka bersama –sama  menjaga gadis pencopet kecil dari The Black Mask.  Meskipun, pada akhirnya setiap orang akan memilih jalan berbeda. Namun yakinlah, mempunyai teman yang saling mendukung dalam kebaikan  itu lebih baik, daripada sendiri.

Jadi, bagi setiap yang mengalami patah hati, nikmati saja prosesnya. It’s ok not to be Ok, tapi kemudian bangkitlah, dan buktikan bahwa kamu mencintai dirimu, karena Yang Maha sangat menyayangimu.  Masih berani patah hati?? Saya mah masih berkonsep bahwa untuk tumbuh kuat, terkadang itu perlu  mengalami proses patah. Selamat bangkit hati..!!